Yopi Hendra ~ Perjalanan Hidup Dari Pekerja Jadi Pengusaha

Yopi Hendra ~ Perjalanan Hidup Dari Pekerja Jadi Pengusaha

Aksesoris wanita seperti bros cantik , pita, cincin, kalung serta pernak pernik yang identik dengan perempuan ini ternyata menjadi garapan bisnis Yopi Hendra, pria kelahiran Bukit Tinggi. Lalu bagaimana Yopi Hendra ini tertarik untuk memulai bisnis aksesoris ini?. Ternyata peran ibunyalah yang pertama sekali memberi ide baginya. Kejadian itu bermula ketika ibunya meminda dia untuk menemaninya ke pasar baru Bandung untuk membeli berbagai macam aksesoris untuk dibawah pulang ke Bukit Tinggi sebagai oleh oleh. . Ia bersama ibunya mendatangi langsung pusar grosirnya dan mendapati bahwa harga antara grosir dengan toko eceran terpaut cukup jauh.  Dengan kualitas yang sama, harga bisa terpaut sekitar 100%. Mengamati hal itu kemudian Yopi merasa ada peluang bisnis dibidang aksesoris ini. Hal inilah yang menimbukan ide Yopi untuk menekuni bisnis ini.

kisah inspiratif yopi hendra

Peluang Bisnis Pernak Pernik Wanita Yang Menjanjikan

Awalnya Yopi hanya memiliki modal sekitar Rp 300.000. Ia kemudian berburu kulakan aksesoris ini. Pada mulanya Yopi hanya berjualan disekitar lokasi lokasi pengajian, masjid, lapangan Gasibu dan tempat tempat keramaian lainnya. Ia terpaksa berjualan pada hari Minggu saja karena pada saat itu dia masih bekerja pada sebuah penerbitan di Bandung. Beburu kulakan aksesoris ini dilakoninya pada setiap hari sabtu saja. Keuntungannya yang sedikit ditabung untuk keperluan modal yang lebih besar lagi nantinya.

Usaha ini dilakoninya selama 1 tahun. Setelah merasa memiliki modal yang cukup, ia memberanikan diri untuk menyewa sebuah konter di super mini market Daarut Tauhid di Bandung dengan biaya sewa sekitar Rp 300.000 / bulan. Yopi berani keluar dari zona nyamannya karena merasa bahwa peluang bisnis aksesoris ini sangat menjanjikan sekali. Di konter ini dia berani untuk menyewa seorang karyawan dengan sistem bagi hasil. Pada saat itu ia memberikan sekitar 10-15 keuntungan untuk membayar gaji karyawannya.

Tahun 2006 usahanya sudah berkembang dan dia mulai menyewa counter didepan masjid DTT dengan harga sewa sekitar Rp 6.000.000. Namun dikarenakan ada kebijakan dari pesantren DT yang memperuntukkan konter itu hanya untuk berjualan makanan saja, dengan terpaksa Yopi melepaskan konter itu dan bergabung dengan pedagang lainnya di bazaar samping SMM DT.

Yopi memilih lokasi di pesantren tersebut bukan tanpa alasan. Selain karyawannya adalah pesanteren, ia jeli melihat peluang bahwa tamu tamu yang datang ke pesantren milik AA Gym itu selalu ramai dikunjungi terlebih pada hari kamis sampai minggu.

Jangan jadikan pedagang lain, terutama yang bergerak dibidang yang sama sebagai pesaing, tetapi jadikanlah sebagai mitra ~ Yopi Hendra

Tapi Yopi tidak puas sampai disitu saja. Tahun 2006. Iapun mulai melirik lokasi strategis lainnya seperti Bandung Indah Plaza. Disana ia menyewa konter kecil dengan biaya Rp 3.000.000 / bulan.  Namun apa daya, besar pasak dari tiang. Keuntungannya tidak dapat menutupi pengeluarannya. Lagi, dengan terpaksa Yopi harus melepas konter tersebut dan kembali fokus pada lokasi DT. Tahun berikutnya dia kembali mencoba peruntungan di lokasi lain, tepatnya di daerah Gegerkalong. Sama seperti tahun berikutnya, keuntungannya tidak dapat menutupi pengeluaran.

Baca Juga :  Kisah Inspiratif Nick Vujicic Bukti Keadilan Tuhan

Namun Yopi tidak menyerah begitu saja. Ia mempekerjakan orang untuk melakukan direct selling ke sekolah sekolah, kampus, daerah perumahan dan instansi pemerintah dengan sistem bagi hasil. Selama dua bulan Yopi mencoba sistem ini, ia mengetahui bawah sistem direct selling ini kurang cocok untuk lini bisnis ini dan hasilnya juga kurang memuaskan.

Meningkatkan Penjualan Melalui Pameran.

Ia pun kembali menemukan cara agar bisnisnya ini berjalan lancar. Yopi kemudian mulai berjualan aksesoris ini pada pameran pameran yang ada di kota Bandung. Sesekali ia memang tidak mencapai hasil yang memuaskan, namun pada beberapa pameran yang diikutinya, ia mendapat keuntungan yang luar biasa. Pada setiap event, ia biasa mengantongi keuntungan sekitar Rp 10jt – 15 jt.  Itu dilakoninya 3 atau 4 kali dalam sebulan.  Melihat potensi bisnis ini menguntungkan, ia mulai memberanikan diri untuk mengikuti pameran pameran diluar kota. Memang keuntungan yang didapat akan berkurang karena meningkatnya biaya pengeluaran. Tapi dari hal ini, Yopi menjadi mendapat relasi baru dari luar kota.

Setelah jatuh bangun merintis usahanya dan belajar dari pengalaman, akhirnya Yopi mengatakan bahwa ada beberapa hal yang perlu diperhatikan jika ingin berjualan melalui pameran pameran ini ;

  1. Carilah tempat bazar yang sedang berlangsung.
  2. Pemilihan waktu pameran juga perlu diperhatikan. Antara tanggal 1 – 15 adalah waktut yang tepat. Diatas tanggal itu, daya beli masyarakan akan berkurang karena tanggal tua.
  3. Sistem penggajian karyawan juga perlu diperhatikan. Sistem bagi hasil atau sistem gaji. Mencari pekerja juga perlu diperhatikan. Carilah pekerja yang pro aktif menawarkan dagangan kamu.
  4. Penataan ruang yang efektif dan menarik juga perlu diperhatikan. Setidaknya bisa memancing orang untuk masuk ke lokasi kita. Jika tata ruang lokasi kita bagus dan menarik, maka chance konsumen untuk membeli akan meningkat.
  5. Rotasi barang dagangan juga perlu, sesuaikan dengan thema dari bazaar yang berlangsung.

Kisah inspiratif ini hendaknya bisa menjadi acuan kita untuk tetap berusaha walaupun sering diterpa kegagalan.

Tags:
banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

One Response

  1. Shamsul Nizam Mohd RaziAugust 18, 2016 at 12:28 pmReply

    Bagaimana untuk menghubungi saudara Yopi Hendra. Mohon pertolongan ya.
    Saya boleh dihubungi melalui whatsapp di nombor +60133361616 Q@ sham_2088@yahoo.com

    Terima Kasih

Leave a Reply

Loading Facebook Comments ...

%d bloggers like this: