Uber dan CEO-nya Travis Kalanick

Bisnis transportasi saat ini mendapatkan banyak perhatian di dunia. Pemanfaatan teknologi internet dalam dunia transportasi Uber yang ditemukan oleh Travis Kalanick ini memang membuatnya menjadi salah satu orang terkaya di Amerika. Uber adalah sebuah perusahan yang memanfaatkan teknologi untuk membuat sebuah jaringan transportasi online multinasional yang bermarkas di San Fransisco, California.

Perusahaan ini dibangun dengan sebuah aplikasi mobile yang memperbolehkan konsumen untuk menggunakan ponsel canggihnya untuk memasukkan permintaan rute perjalanan pada supir taksi. Uber ini kian populer hingga banyak negara di dunia termasuk salah satunya adalah di Indonesia. Aplikasi ini begitu populer karena kemudahan yang ditawarkan olehnya.

Uber dibentuk oleh Travis pada tahun 2009 bersama dengan rekannya Garrett Camp. Sebelum bekerja untuk Uber, Travis Kalanick – CEO Uber ini sempat membentuk perusahaan bernama Scour Inc. Travis Kalanick adalah seorang pebisnis yang merupakan lulusan dari UCLA.

Namun sayangnya perusahaan ini bangkrut. Setelah kebangkrutan dari perusahaan pertamanya, Travis Kalanick tidak hilang akal. Ia kembali membuat sebuah perusahaan bersama dengan tim teknik dari Scour. Perusahaan baru ini adalah perusahaan Red Swoosh.

Perusahaan ini adalah perusahaan file sharing peer to peer. Perusahaan ini memiliki waktu hidup yang cukup lama dan merupakan perusahaan yang sukses. Red Swoosh yang didirikan pada tahun 2001 menjadi besar dan pada akhirnya dibeli oleh Akamai Technologies pada tahun 2007 dengan harga 19 juta dolar atau sekitar Rp. 249.185.000.000.

Setelah perusahaannya sukses dibeli, tahun 2009 ia mendirikan perusahaan yang hingga kini masih jaya yaitu Uber. Kini ia sibuk sebagai pembicara di acara-acara seminar yang dan juga acara-acara bisnis.

Sejarah dari Uber

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, Uber adalah sebuah perusahaan berbasis aplikasi yang ditemukan oleh rekanan Garrett Ccamp dan juga Travis Kalanick pada tahun 2009. Pada tahun berdirinya, perusahaan ini sudah menerima pembiayaan sebesar 200.000 dollar atau senilai dengan Rp 2.623.000.000. Satu tahun setelah didirikan, perusahaan ini mendapatkan tambahan dana pembiayaan sebesar 1.25 juta dolar.

Aplikasi beta dari Uber sendiri diluncurkan pada tahun 2010. Mengikuti peluncuran versi beta tersebut, Uber mengeluarkan versi penerusnya pada tahun 2011 di San Fransisco. Pada awalnya CEO dari Uber ini bukan Travis Kalanick, tapi Ryan Graves, tapi posisi dari Graves digantikan oleh Travis Kalanick setelah Graves ditunjuk menjadi COO dari perusahaan pada tahun berikutnya. Pada akhir 2011, Uber mendapatkan peningkatan sebesar 44.5 juta dolar. Dan pada tahun tersebut Uber berganti nama dari Uber menjadi Ubercab.

Siapa Travis Kalanick?

Travis Kalanick lahir pada bulan Agustus tahun 1976 di Los Angeles. Ia menempuh pendidikan SMAnya di Granada Hillls dan melanjutkan sekolahnya di UCLA. Sayangnya ia tidak berhasil menamatkan perkuliahaannya karena keinginannya untuk segera terjun ke dunia bisnis.

Baca Juga :  Nadiem Makarim dan Go Jek Indonesia

Ayah dari Travis Kalanick bekerja sebagai seorang pemadam kebakaran sedangkan Ibunya bekerja pada bidang pengiklanan. Ia memiliki seorang saudara laki-laki yang bernama Cory yang bekerja sebagai pemadam kebakaran dan juga saudara perempuan.

The entrepreneur community, there’s a certain kind of founder, they call them a ‘lone wolf.’ I probably fit in that category – Travis Kalanick

Jiwa pebisnis dari Travis Kalanick – CEO Uber ini sudah nampak dari ketika ia masih kecil. Pada saat Travis Kalanick masih kecil ia mencari uang dengan menjual pisau dari pintu ke pintu. Setelah ia menginjak usia remaja, bakat pebisnis yang dimiliki oleh Travis Kalanick ini makin terlihat.

Terbukti dengan kepandaiannya dalam membuat cara menghasilkan uang. Travis Kalanick membuat sebuah kursus untuk persiapan SAT yang disebut dengan New Way Academy. Hal ini tentu saja karena ia memiliki kecerdasan intelektual yang tinggi.

Ketertarikan Travis Kalanick pada dunia bisnis juga tidak sampai disitu, ia rela tidak melajutkan kuliahnya untuk segera terjun ke dunia bisnis dengan membentuk SCOUR Inc. Pada tahun 2007 hingga 2008 setelah menjadi seorang milyuner, Travis Kalanick menghabiskan waktu watu tahun tersebut untuk berkeliling dunia, hingga pada akhir 2008 ia mulai bekerja lagi untuk membuat sebuah bisnis baru bernama Uber yang hingga kini nilai bisnisnya terus meningkat.

Bisnis Travis Kalanick di Indonesia

Indonesia adalah salah satu bagian dari bisnis dari Travis Kalanick. Di Indonesia Uber juga populer karena kemudahan yang ditawarkannya. Kemudahan yang ditawarkan oleh Uber antara lain adalah:

  1. Anda bisa memilih sendiri rute yang anda inginkan. Dengan sebuah ketukan di layar ponsel anda anda bisa mendapatkan taksi dengan cepat.
  2. Memilih cara pembayaran. Dengan menggunakan Uber, anda bisa memilih cara pembayaran yang anda inginkan. Ada dua jenis pembayaran yang bisa anda lakukan. Yang pertama adalah dengan menggunakan uang tunai dan juga dengan menggunakan kartu.
  3. Pilih tarif. Selain 2 keuntungan diatas, anda juga mendapatkan keuntungan berupa memilih jenis tarif yang anda inginkan. Uber menyediakan 2 jenis tarif yang bisa anda pilih yaitu tarif per menit dan juga tarif perkilometer. Untuk tarif permenit, anda akan mendapatkan biasa sebesar 300 permenitnya sedangkan jika anda ingin tarif perkilometer, anda bisa mendapatkan tarif 2001,44 perkilometernya.

Seperti taksi-taksi yang lain, Uber juga menerapkan tarif minimun, tarif minumun yang dikenakan oleh Uber adalah 3 ribu rupiah. Dan ketika anda membatalkan pemesanan, anda harus membayar sebesar 30 ribu rupiah.

Aplikasi dari Travis Kalanick – CEO Uber ini bisa anda dapatkan dengan mudah di Ponsel anda misalnya di ponsel android anda bisa mendapatkannya di Play Store sedangkan untuk ponsel Iphone, anda bisa mendapatkannya dari app store.

Post Author: Teguh Suprianto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading Facebook Comments ...