Simak Hal Berikut Jika Ingin Mencoba Peluang Usaha Kulakan

Peluang Usaha Kulakan Onderdil Motor

Pedagang kulakan yang menjual barang produksi orang lain hingga sekarang masih banyak diminati oleh para pebisnis pemula. Lihatlah contohnya di sekitarmu, daerah kampus atau tempat tempat sebuah event sedang berlangsung.  Banyaknya orang yang berolahraga sambil cuci mata mampu memikat para pedagang kulakan untuk menjajakan dagangannya. Mulai dari kaos, celana training, celana jins, jilbab, sepatu, aksesoris, dan Iain-lain.

Tengkulak memiliki risiko yang lebih kecil dibanding menjadi pedagang yang memproduksi sendiri barang dagangannya. Permodalan bisa lebih ditekan. Begitu pula dari sisi risiko kerugian. Apabila modalnya besar, tengkulak bisa membeli barang dalam partai besar dan bisa mendapatkan diskon yang besar pula. Namun, jika dana terbatas, bisa membeli produk secukupnya saja, yaitu pada batas minimal pembelian di toko grosir. Biasanya grosir hanya menjual lusinan atau minimal setengah lusin. Dari sisi tenaga dan waktu pun tidak banyak tersita. Tengkulak hanya tinggal fokus pada penjualan produknya. Hal inilah yang membuat para pebisnis yang sudah mapan sekalipun, kadang tetap memilih menjadi tengkulak.

Ada risiko lain bagi seorang pedagang tengkulak, yaitu memiliki mar¬gin laba yang kecil, hanya mengambil keuntungan dari selisih antara harga beli dan harga jual. Oleh karena itu, seorang tengkulak dituntut untuk bisa membeli barang dagangan dengan harga ditekan, tetapi kualitas terjamin. Tengkulak bisa membeli dagangan dengan harga yang rendah dan menjual dengan harga tinggi, minimal sama dengan pedagang lain di sekitarnya.

Memulai bisnis kulakan ini.

Berikut adalah beberapa tahap yang harus dilalui untuk memulai bisnis sebagai pedagang kulakan.

  1. Tentukan jenis produk yang akan dijual.
  2. Mulailah mencari informasi tempat pembelian barang yang dibutuhkan. Syukur-syukur bisa menemukan tempat pembelian dengan harga yang murah dari harga pasaran. Anda harus survei ke pasar-pasar grosir yang ada atau mencari informasi di internet.
  3. buatlah list barang-barang yang akan dibeli dan laku dijual. Untuk mengetahui suatu barang itu bakal cepat laku atau tidak, Anda bisa survei ke pasar dan mall-mall. Lihat dan perhatikan respon para pembeli.
  4. Kemas barang dagangan secantik dan semenarik mungkin.
  5. Tentukan strategi pasar. Menetap disuatu tempat atau strategi jemput bola. Sesuaikan dengan jenis dagangan.

Hambatan bisnis ini.

Bukan rahasa lagi kalau sebuah usaha bisnis kadang kadang mengalami fluktuasi, begitu juga dengan pedagang kulakan. Hambatan dari usaha ini diantaranya adalah banyak saingan. Seperti kata pepatah, dimana ada gula pasti disana ada semut. Ditempat tempat yang ramai dan memiliki peluang pasar yang besar pasti banyak pedagang kulakan yang lain yang berbondong bonding berjualan ditempat tersebut.

Baca Juga :  Fotografi ~ Peluang Bisnis Yang Berawal Dari Hobi

Ada beberapa hambatan yang perlu diketahui dan dipersiapkan antisipasinya jika pemasaran dilakukan dengan mengikuti event event pameran. Beberapa hambatan tersebut adalah ;

  1. Pengunjung yang datang kurang dari target. Hal ini bisa jadi promosi yang dilakukan panitia untuk mengundang masa kurang gencar.
  2. Faktor cuaca. Musim penghujan sering membuat orang enggan keluar rumah termasuk menghadiri pameran.
  3. Faktor ekonomi. Pameran yang dilakukan di akhir bulan akan mengu- pigi daya beli masyarakat, termasuk para pengunjung pameran. Meski mereka mungkin tertarik untuk membeli barang yang ada di pameran, tetapi karena kantong tipis, mereka tidak jadi membeli atau menundanya.
  4. Karyawan penunggu bazar kurang aktif. Kalau mereka hanya duduk sekedar menunggu tanpa mau menawarkan barang dagangan secara aktif kepada pelanggan bisa mengurangi penjualan.

Strategi Bisnis

Sebagai pedagang kulakan yang menjual barang hasil produksi orang lain, resiko yang harus dihadapi adalah barang dagangan tersebut mudah ditemui ditempat lain dan tidak ada keunikan sendiri. Lalu bagaimana agar produksi bisa bersaing dengan produk pedagang lain?

  1. Membeli barang dagangan di grosir atau sentra sentra barang yang terkenal memberikan harga miring, tetapi tetap terjaga kualitasnya sehingga bisa mendapatkan keuntungan lebih besar meski menjual dengan harga yang relative sama dengan pedagang lain.
  2. Buat kemasan yang cantik dan menarik. Jika perlu diberi label atau merk tertentu tapi kepunyaan sendiri ya.
  3. Buat penataan barang yang rapih dan indah dipandang mata sehingga mengundang minat konsumen, minimal mereka tertarik untuk melihatnya.
  4. Menjual dengan sistem direct selling door to door.
  5. Menggelar lapak di event pameran yang sedang berlangsung.
  6. Mengikat pelanggan menjadi member.
  7. Baik melalui internet. Pamphlet, leaflet atau mulut ke mulut.
  8. Menambah item produk. Dalam teori ekonomi ada yang disebut market mix dimana penjual tidak hanya menjual satu macam produk. Hal ini sering dilakukan oleh pedagang kelontong. Ada masanya konsumen jenuh dengan produk produk yang itu itu saja. Jika konsumen sering datang ke toko kamu dan melihat barang barang yang hanya itu itu saja, maka minatnya untuk belanja di toko kamu akan surut.
  9. Sering mencari informasi akan barang barang apa saja yang menjadi hits.

Nah, itulah beberapa hal yang perlu diperhatikan jika ingin berbisnis kulakan. Berani mencoba?

Post Author: bangmarten.com

I'm an ordinary who desires nothing more than just an ordinary chance.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading Facebook Comments ...