Nadiem Makarim dan Go Jek Indonesia

Nadiem Makarim – Internet adalah salah satu teknologi yang paling populer saat ini. Ada banyak teknologi yang berkembang mengiringi perkembangan internet. Bukan hanya teknologi, bidang-bidang lain juga mengikuti perkembangan teknologi dan juga internet adalah bidang bisnis. Bidang bisnis saat ini banyak memanfaatkan internet misalnya seperti bisnis online seperti toko online hingga bisnis online seperti alat transportasi umum berbasis internet seperti ojek online Go Jek.

Go Jek adalah sebuah layanan pemesanan ojek yang menggunakan basis internet sehingga mempermudah pertemuan konsumen dan juga penyedia jasa layanan ojek. Popularitas dan kesuksesan dari Go Jek ini tentu saja tidak bisa dilepaskan dari penemu Go Jek, Nadiem Makarim. Dia adalah sosok kreatif yang melatar belakangi munculnya jasa ojek online ini.

Awal mula ide kreatif yang dimiliki oleh Nadiem Makarim ini berawal dari macetnya kondisi jalanan ibu kota Jakarta yang menyebabkan banyak orang kesulitan dalam mengejar waktu. Transportasi umum berupa bus juga tidak bisa diandalkan, selain itu transportasi dengan menggunakan motor seperti ojek dianggap lebih menghemat waktu. Tapi karena jasa ojek sulit dicari maka tidak banyak orang yang menggunakan jasa ojek ini.

Karena faktor sulitnya jasa ojek mencari penumpang dan sulitnya penumpang mencari ojek inilah yang menjadi cikal awal ide munculnya Go Jek dari Nadiem Makarim.

Hidup awal Nadiem Makarim

Sebelum menjadi seorang CEO, Nadiem Makarim adalah anak biasa dari sebuah keluarga di Pekalongan, ayahnya bekerja sebagai pengacara sedang ibunya bekerja pada bidang non-profit. Nadiem Makarim memulai pendidikan pada salah satu Sekolah Dasar di Jakarta, setelah itu ia melanjutkan pendidikannya sampai SMP, setelah lulus ia bersekolah SMA di Singapura. Lulus dari Sekolah Menengah Atas di Singapura, dia kemudian melanjutkan sekolah di Brown University yang berada di Amerika dengan jurusan Relasi.

Pada saat menjalani pendidikan di Brown University, ia mengikuti program pertukaran pelajar ke salah satu sekolah Ekonomi di London. Setelah menyelesaikan sekolah nya di Brown University, Nadiem Makarim melanjutkan sekolah master di Sekolah bisnis di Harvard.

Setelah menyelesaikan sekolahnya di Harvard, Nadiem Makarim bekerja di sebuah perusahaan di Jakarta. Perusahaan ini adalah perusahaan konsultan di Jakarta. Ia bekerja di perusahaan selama 3 tahun. Setelah itu, Nadiem Makarim bekerja sebagai Co Founder sekaligus Managing editor di salah satu perusahaan online besar di Indonesia. Dari banyaknya pengalaman yang dimilikinya ketika bekerja sebagai karyawan level atas di perusahaan-perusahaan besar tersebut, Nadiem Makarim kemudian memutuskan untuk membuka usahanya sendiri sebagai pendiri dari Go Jek .

Ide Pendirian Gojek

Ia merasa ia tidak betah bekerja di perusahaan orang lain dan ingin mencoba melakukan usaha sendiri. Ide Go Jek muncul ketika ia sedang berkendara bersama tukang ojek langganannya. Nadiem Makarim memang lebih suka mengendarai ojek karena mobilitasnya yang tinggi, jika ia menggunakan mobil ia akan mudah terkena macetnya jalanan Jakarta. Dari bincang-bincang tersebut, Nadiem Makarim kemudian menemukan sebuah ide untuk membuat sebuah perusahaan berbasis internetnya sendiri yaitu Go Jek .

Anyone can steal your idea, but no one can steal your execution – Nadiem makarim

Pendirian Gojek

Nadiem Makarim mulai merintis Go Jek pada tahun 2011 yang lalu. Perusahaan ini pada awalnya kurang mendapatkan perhatian meski perkembangan sedikit-demi sedikit sudah mulai terlihat. Perkembangan besar dari Go Jek mulai terlihat pada tahuun 2014 dimana Nadiem Makarim dan Go Jek mendapatkan investor dari Singapura yang sangat membantu finansial dari Go Jek . Perusahaan yang melakukan investasi pada Go Jek ini adalah perusahaan Northstar. Tidak hanya perusahaan Northstar saja yang ternyata tertarik dengan konsep bisnis dari Go Jek . Perusahaan lain seperti RedMart Limited dan juga Zimplistic juga terhasut untuk ikut menanamkan danaya melihat kesuksesan Go Jek yang sudah terkenal seantero Indonesia ini.

Baca Juga :  Perjuangan William Tanuwijaya Si Pendiri Tokopedia

Pada tahun 2015, Go Jek merintis aplikasi mobile yang makin mempermudah akses antara driver dengan konsumen. Aplikasi inilah yang menyebabkan nama Go Jek makin berkibar di Industri transportasi Indonesia. Go Jek menawarkan banyak sekali kemudahan pada penggunaanya, selain mengantarkan user atau pelanggan ke tempat tujuannya, Go Jek juga memiliki layanan pesan antar barang yang akan mempermudah konsumen yang membutuhkan jasa pengantaran barang yang lebih cepat dan lebih tepat.

Go Jek yang berdiri pada 2011 ini awalnya hanya memiliki 20 driver yang direkrut dari tukang ojek yang dipercayai oleh Nadiem Makarim. Seiring dengan perkembangan teknologi yang dimiliki oleh perusahaan Go Jek seperti aplikasi mobile Go Jek yang semakin memudahkan, Go Jek kebanjiran order dari konsumen sehingga mereka melakukan banyak rekruitasi driver. Hasilnya, hingga saat ini Go Jek memiliki driver yang sangat banyak bahkan lebih dari 10 ribu driver yang tersebar di Indonesia.

Berkat hasil kerja keras yang tidak terbatas ini, Nadiem Makarim berhasil membangun sendiri kerajaan bisnisnya dengan kerja keras dan pembangunan relasi yang selalu dilakukannya. Kemampuannya memanfaatkan teknologi dan pemikirannya yang terbuka membawa Nadiem Makarim menjadi salah satu orang yang paling sukses di Indonesia.

Pada dasarnya perubahan karena perkembangan teknologi adalah salah satu hal yang wajib diikuti, hal ini adalah sikap yang paling penting agar anda bisa terus mencapai yang anda inginkan. Jadi jangan terlalu kaku dengan adanya perubahan karena meski perubahan membuat anda harus terus belajar, dampak dari pembelajaran ini akan sangat besar. Tepi meski perubahan dan teknologi selalu berkembang, anda juga harus pintar memilahnya. Karena tidak semua perkembangan adalah hal yang baik. Bijaklah dalam memilih dan memanfaatkan teknologi dan jadilah orang sukses seperti Nadiem Makarim – CEO Go Jek Indonesia.

Post Author: Teguh Suprianto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading Facebook Comments ...