Modal Rp 100.000, Pria Kantoran Ini Bisnis Kuliner Ikan Cakalang Suwir

Dalam memulai usaha tidak melulu perlu menggunakan modal yang besar. Christian Indra, seorang pegawai swasta, mencoba mencari peruntungan dengan hanya bermodal Rp 100 ribu untuk membuka bisnis kuliner kecil-kecilan.

Bermula di 2015 lalu, pria yang berprofesi sebagai data analis di sebuah perusahaan swasta ini memiliki ide menjual ikan cakalang suwir asap siap saji dalam kemasan.

“Ide awalnya simpel. Waktu itu akhir bulan baru gajian, saya punya pikiran, enak ya kalau kita ngeluarin uang, tapi punya pemasukan lain juga. Lalu berbicara dengan orang tua dan isteri. Berhubung orang tua berasal dari Manado, lalu mereka beri ide untuk jual makanan ikan cakalang,” ungkap Indra, saat berbincang dengan detikFinance, Senin (10/10/2016).

Setelah mendapat ide tersebut, dan dengan hanya bermodalkan uang Rp 100.000, Indra mulai mencoba membuat produknya dan dipasarkan ke beberapa teman-teman kantornya.

“Awalnya packaging hanya pakai botol plastik, Rp 100.000 dapat 5 botol. Lalu jual ke teman kantor dan laku semua,” cerita Indra.

Mulai dari situ, Indra kemudian memiliki keyakinan pada produk yang dijualnya. Indra lalu berusaha dalam mengembangkan produknya tersebut, mulai dari sisi kualitas produknya, hingga ke sisi pemasarannya. Menurut Indra, cita rasa merupakan unsur terpenting dalam berbisnis kuliner, namun demikian dirinya juga tetap mengedepankan unsur gizi dari produk yang dijualnya itu.

“Maka dari itu, supaya produk saya dapat bertahan lama namun tidak menggunakan bahan pengawet, saya mencoba mencari cara lain. Saya menggunakan proses vakum, kemudian setelah itu disterilisasi supaya bakterinya tidak bereaksi supaya tidak mudah basi. Selain itu, ikannya juga di saya asapi, menggunakan arang, dan dibakar manual. Jadi ikannya lebih kering,” jelas pria kelahiran1985 itu.

Baca Juga :  Solusi Usaha Rumahan Modal Kecil Dengan Tanaman Rumah

Sedangkan untuk bahan baku, Indra turun langsung ke Pasar Kramat Jati mencari ikan cakalang segar.

“Mulai dari cari bahan, cari ikan yang fresh, itu yang agak susah. Jadi triknya saya turun langsung ke lapangan pada hari Sabtu-Minggu, ke pasar Kramatjati, nego sendiri, semua saya lihat sendiri, lalu masak pun sendiri,” papar Indra.

Produk racikan Indra ini diberi label Dong Alo, Cakalang Khas Manado. Strategi pemasaran Dong Alo dimulai dari mulut ke mulut, kemudian Indra merambah media sosial seperti Instagram maupun Facebook. Saat ini Indra mampu menjual sekitar 800 kemasan per bulan, dengan banderol harga Rp 17.000 sampai Rp 20.000 per kemasan.

Ke depan, Indra mengatakan, dirinya akan fokus untuk mengembangkan bisnisnya tersebut. “Dalam jangka dekatnya saya ingin fokus full time ke sini. Jadi trigger-nya kalau produksi ini sudah dapat stabil mencapai penjualan 1.000 pieces per bulannya,” tutup Indra.

Post Author: bangmarten.com

I'm an ordinary who desires nothing more than just an ordinary chance.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading Facebook Comments ...