Kisah Inspiratif Tarjono Slamet yang Berhasil Bangkit dari Musibah

Kisah Inspiratif Tarjono Slamet
image dari tempo.co

Bangkit dari musibah tentu bukan hal yang mudah. Namun, hal ini juga bisa kita temukan dari lelaki kelahiran Pekalongan 29 Desember 1972 bernama Tarjono Slamet. Laki-laki dengan keterbatasan fisik ini mampu menjadi inpirasi kita kali ini karena kisahnya yang mungkin sulit untuk diterima, namun ternyata bisa membuatnya menjadi sosok yang sukses.

Pertama kali bekerja di Perusahan Listrik Negara (PLN), Tarjono yang ketika itu lulusan STM pada tahun 1986 ditugaskan di bagian instalasi listrik. Wilayah Klaten merupakan tempat keseharian Tarjono bersama teman-temannya dalam menjalankan tugas. Namun, belum genap setahun Tarjono bekerja, ia sudah mengalami kecelakaan bersama ketiga rekan kerjanya.

Mereka bertiga terkena sengatan listrik tegangan tinggi ketika bekerja. Meski ketiganya selamat, namun kehendak berkata lain. Tarjono dan kedua temannya harus menglami cacat fisik seumur hidup.  Dan di tahun 1990, Tarjono harus kehilangan kaki kirinya dan terpaksa harus diamputasi. Selain itu, 10 jari Tarjono juga tidak dapat berfungsi total karena ia mengalami kerusakan syaraf.

Membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk menerima kenyataan yang dialami oleh Tarjono. Dan tidak sebentar pula ia mampu mengembalikan kepercayaan dalam dirinya untuk bangkit dan menjalani hidup dengan kondisi yang tidak sempurna lagi. Hampir 1 tahun Tarjono bergabung dengan sebuah yayasan Rehabilitasi di Yogyakarta, nama yayasan tersebut bernama Pusat Rehabilitasi Yayasan Kristen dan Kesehatan.

Di yayasan tersebut, Tarjono mendapatkan berbagai  keterampilan khusus orang cacat. Meski banyak ilmu yang didapatkan, hal tersebut tidak lantas menjadikan Tarjono bangkit dari ketrepurukannya.

Akan tetapi, lambat laun semangat hidup kembali muncul dalam diri Tarjono. Sikap putus asa dapat pula ditepis berkat kebersamaan sesama anggota yayasan tersebut.  Motivasi dalam dirinya kemudian berkembang semakin tinggi dan ketekunannya dalam mendalami keterampilan pun semakin baik. Sampai pada akhirnya, Tarjono diberikan kesempatan untuk mendapatkan pelatihan khusus di berbagai negara seperti Belanda, Selandia Baru, dan Australia untuk mengikuti berbagai macam kursus.

Baca Juga :  Kisah Inspiratif Habibie Afsyah, Penyandang Cacat yang Sukses di Dunia Internet

Kisah Inspiratif Tarjono Slamet

Australia merupakan negara terakhir yang dikunjungi oleh Tarjono dan sepulangnya dari Australia, Tarjono yakin dan memantapkan niatya untuk memulai hidup baru menjadi seorang Enterpeuneur dan bekerja di Pusat Rehabilitasi Yayasan Kristen dan Kesehatan. Berbekal keterampilan yang dimilikinya selama berada di yayasan dan kursus di berbagai negara, akhirnya Tarjono Slamet mendirikan CV mandiri yang bernama CV Mandiri Craft yang bergerak di bidang produksi berbagai macam kerajinan kayu seperti alat peraga pendidikan dan puzzle.

Sebanyak 25 orang karyawan yang dimiliki oleh Tarjono Slamet dalam perusahanannya. Semua itu adalah orang-orang cacat yang dulunya anggota dari Pusat Rehabilitasi Yayasan Kristen dan Kesehatan. Tidak perlu waktu lama dalam pengerjaan sebuah kerajinan karena semua karyawan telah terlatih selama berada di yayasan. Dalam satu bulannya, CV yang didirikan oleh Tarjono bisa mencapai 650 unit. Angka yang fantastis untuk sebuah perusahan yang bergerak di bidang kerajian dengan karyawan yang semuanya memiliki kelainan fisik.

Tidak hanya di Indonesia, hasil produksi CV Mandiri Craft milik Tarjono Slamet juga berhasil menembus pasar negara-negara di Eropa dan Amerika. Semua itu berkat hasil hubungan komunikasi yang baik Tarjono selama menjalani pembelajaran Fund Rising di beberapa negara yang telah dikunjunginnya. Dengan usahanya yang maju dan pesat, Tarjono Slamet mampu membayar seluruh karyawan yang bekerja di CV Mandiri Craft dengan bayaran di atas minimum rara-rata upah yang dikeluarkan oleh kebijakan pemerintah.

Post Author: bangmarten.com

I'm an ordinary who desires nothing more than just an ordinary chance.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading Facebook Comments ...