Jamaludin ~ Pelukis Cacat Yang Tidak Menyerah Kepada Keadaan

Jamaludin ~ Pelukis Cacat Yang Tidak Menyerah Kepada Keadaan
image dari mylovelynotepadpict.blogspot.com

Memiliki keterbatasan fisik tentu bukan hal yang mudah untuk diterima. Namun, ada juga orang yang lahir dengan kesempurnaan, namun mendapatkan keterbatasan fisik pada perkembangan dan perjalanan hidupnya. Namun, orang tersebut justru bisa tetap berkarya dan mendukung kemajuan dirinya sendiri dengan kehidupan yang penuh semangat. Kisah inspiratif yang satu ini datang dari lelaki asal Probolinggo yang senantiasa mengumbar senyum meskipun memiliki keterbatasan fisik, yakni Jamaludin.

Jamal tinggal di sebuah rumah petak kontrakan yang kecil dengan beberapa pigura lukisan yang terpampang di tembok rumahnya. Karya-karya inilah yang diharapkan mampu membantunya dalam urusan finansial. Jamaludin hidup dengan keterbatasan fisik akibat tulang belakangnya yang lumpuh sehingga ia tidak bisa melakukan aktivitas layaknya orang-orang.

Dia hanya bisa melakukan aktivitas di dalam kamarnya saja. Penyakitnya ini tentu tidak muncul begitu saja. Ia mengalami hal tersebut setelah menolong temannya yang akan tertimpa pintu besi sehingga justru dirinyalah yang terkena pintu besi tersebut dan menjadikan tulang belakangnya lumpuh. Hebatnya, kejadian tersebut justru tidak membuatnya menyesal dan terpuruk. Ia bahkan melakukan berbagai cara agar dapat mengembalikan kondisi tubuhnya seperti sedia kala melalui fisioterapi.

Akan tetapi, kondisi tubuhnya tidak juga membaik. Tubuhnya bahkan masih sulit untuk digerakkan agar dapat beraktivitas normal seperti dulu. Karena kondisi inilah maka ia kemudian memiliki ide dan kreativitas untuk menghasilkan karya. Di dalam kamar petak dengan tubuh yang sulit digerakkan tersebut, Jamal membuat karya lukisan sementara ia menunggu istrinya bekerja.

Jamaludin ~ Pelukis Cacat Yang Tidak Menyerah Kepada Keadaan

Inspirasinya muncul pertama kali ketika ia pulang ke Probolinggo dan melihat begitu banyak pelepah pisang yang dibuang begitu saja. Ia kemudian mengumpulkan pelepah-pelepah pisang tersebut, lalu mengeringkannya dan membawanya ke Surabaya. Pelepah-pelepah tersebut kemudian dirangkainya sembari tiduran dan kemudian dijadikan sebagai dasar melukis Pasir Pantai Putih Probolinggo serta beberapa lukisan kaligrafi. Saat melukis pemandangan, Jamal hanya perlu membolak-balikkan pelepah pisang untuk membedakan mana langit, air laut, dan pepohonan yang dilukisnya.

Baca Juga :  Farida Oeyono ~ Penderita Polio Yang Berhasil Meraup Ratusan Juta

Lukisannya itu tentu sangatlah kreatif sehingga banyak teman-teman yang bersedia membantunya. Aapalagi, dulu Jamal bekerja sebagai MC dan guru ngaji di Kampung Siwalan I sehingga banyak orang yang sudah mengenal Jamal. Pameran lukisannya bahkan sampai ke Lampung berkat bantuan teman-temannya itu.

Jamal mampu menyelesaikan satu lukisan dalam sehari. Akan tetapi, kondisi tubuhnya yang ringkih kadang mengharuskannya untuk menghentikan dulu aktivitas melukis. Meski begitu, ia tetap pantang menyerah sehingga seluruh lukisannya rampung. Lukisan yang dihasilkannya biasanya dijual dengan kisaran harga antara 60 ribu hingga 600 ribu rupiah.

Dia bahkan pernah diwawancarai oleh beberapa media mengenai kisah inspiratifnya yang mampu membangkitkan semangat orang-orang dengan keterbatasan fisik dan kisah yang tidak jauh berbeda dengan dirinya. Bahkan, lukisannya itu juga mendapatkan tanggapan yang sangat baik dari berbagai tempat sehingga pameran lukisan bersedia menerima lukisannya untuk dipajang.

Kondisi yang seperti ini bukannya membuat orang berpikir menyedihkan, namun justru membuat banyak orang merasa semakin terpacu karena kegigihan dan semangat Jamal dalam mengarungi kehidupan yang dulunya tidak seperti itu. Lantas, apakah kita yang lahir dan masih memiliki tubuh yang sempurna akan kalah semangat dibandingkan Jamal sang pelukis inspiratif ini?

Tags:
banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

Loading Facebook Comments ...