Cara Membuat SIM, Legal dan Tanpa Ribet

Cara Membuat SIM – Kamu yang ingin mengendarai kendaraan tentu saja harus punya SIM. Hal ini pastinya sudah kamu mengerti. Kalau tak ada SIM, bisa-bisa kamu bakal ditangkap polisi karena tak memenuhi syarat tersebut. Namun, tahukah kamu bahwa ada satu hal lain lagi yang harus kamu mengerti mengapa alasan membuat SIM. Apa itu? Kepemilikan dokumen tersebut mengartikan kamu sudah mengerti rambu-rambu lalu lintas dan cara berkendara. Ini poin pentingnya!

Cara membuat SIM bisa jadi sangat gampang! Yap, apalagi kalau menggunakan cara ilegal seperti misalnya ‘SIM tembak’, istilah untuk pengajuan SIM tanpa melalui prosedur seharusnya. Namun, di sini, sekali lagi, pembuatan SIM sebenarnya menandakan kamu sudah siap dan mengerti cara berkendara. So, sekarang, yuk, bikin SIM secara legal – prosesnya tanpa ribet, kok.

Persyaratan yang diberlakukan bagi para pengendara yang ingin punya SIM, antara lain adalah sebagai berikut: Memenuhi persyaratan administratif, kamu harus sehat jasmani dan juga rohani, paham peraturan lalu-lintas yang berlaku serta sudah bisa mengemudikan kendaraan bermotor.

Sebelum kita bahas mengenai cara membuat SIM dan berapa biaya yang dikenakan, mari kenali terlebih dahulu jenis-jenis SIM yang ada di Indonesia.

Jenis-jenis SIM yang ada di Indonesia

Di Indonesia berlaku dua jenis Surat Izin Mengemudi berdasarkan golongan kendaraan yang dimiliki, yakni:

  • SIM untuk kendaraan bermotor perseorangan.
  • SIM untuk kendaraan bermotor umum.

Sementara itu SIM untuk seseorang yang menggunakan kendaraan bermotor perseorangan / pribadi, terbagi menjadi beberapa golongan. Berikut kita lihat golongan SIM tersebut:

  • SIM A berlaku untuk mobil penumpang dan juga barang yang tidak melebihi kapasitas tidak lebih dari 3.500 kg.
  • SIM B1 berlaku untuk mobile penumpang ataupun barang dengan kapasitas lebih dari 3.500 kg.
  • SIM B2 berlaku untuk kendaraan alat berat ataupun kendaraan penarik dimana kereta tempelannya tak lebih dari 1.000 kg.
  • SIM C untuk pengguna kendaraan bermotor roda dua dengan kecepatan lebih dari 40 km/jam.
  • SIM D diberikan untuk pengguna kendaraan khusus untuk mereka yang berkebutuhan khusus ataupun penyandang disabilitas.

Kemudian, SIM kendaraan umum berlaku untuk golongan berikut:

  • SIM A Umum bagi pengemudi mobil umum dan barang dengan kapasitas tak lebih dari 3500 kg.
  • SIM B1 Umum bagi pengemudi mobil penumpang serta barang dengan kapasitas lebih dari 3.500 kg.
  • SIM B2 Umum bagi pengendara kendaraan penarik ataupun kendaraan penarik dimana kereta tempelannya tak lebih dari 1000 kg.

Setelah mengetahui jenis-jenis SIM yang ada di Indonesia, berikut cara membuat SIM secara legal. Sebelumnya lihat dulu persyaratan apa saja yang perlu kamu penuhi.

Syarat dan Prosedur Cara Membuat SIM

Beberapa persyaratan yang mesti kamu penuhi adalah sebagai berikut:

  • Minimal usia: 17 tahun untuk SIM C dan SIM D, 18 tahun untuk SIM A, 20 tahun untuk SIM B1 dan B2.
  • Sudah memiliki KTP atau Kartu Tanda Penduduk.
  • Sehat jasmani rohanii serta berpakaian rapi dan sepatu saat mengajukan SIM dan test.
  • Lulus ujian teori, lulus ujian praktik serta ujian keterampilan lewat simulator.

Perlu diketahui bahwa khusus untuk SIM B1 dan B2, kamu harus sudah punya SIM A setidaknya 12 bulan untuk pengajuan SIM B1 dan pengajuan SIM B2 mengharuskan kepemilikan SIM 1 sekurangnya 12 bulan.

Sementara itu, batas usia untuk pemohon SIM umum lebih tinggi lagi. Usia pemohon SIM A Umum minimal 20 tahun, SIM B1 Umum harus 22 tahun serta SIM B2 Umum minimal usia adalah 23 tahun.

Jadi dari syarat di atas, kita bisa simpulkan langkah untuk memperoleh SIM adalah sebagai berikut:

  1. Siapkan fotokopi KTP
Baca Juga :  SIM Kamu Expired? Ini Cara Perpanjang SIM Online

Ya, kamu perlu menyediakan salinan Kartu Tanda Penduduk milikmu minimal 4 lembar.

  1. Surat Keterangan Sehat Jasmani & Rohani

Surat ini bisa kamu peroleh dari dokter di pusat pelayanan kesehatan ataupun dari klik kepolisian.

  1. Isi formulir pengajuan SIM

Ambil formulir pengajuan SIM sesuai dengan tarif untuk pembuatan SIM baru.

  1. Pembayaran asuransi

Syarat ini sifatnya opsional. Biasanya premi asuransi yang mesti kamu bayar adalah Rp 30.000.

  1. Ikuti ujian

Terdapat 2 tahap ujian yang mesti kamu selesaikan dan harus lulus pula jika ingin mendapatkan SIM tanpa harus mengulang di masa mendatang.

  • Ujian Tertulis sesuai namanya kamu harus menyelesaikan beberapa soal tertulis. Jika tak lulus maka kamu dapat mengulang lagi setelah 7 hari, 14 hari ataupun 30 hari. Jika tak lulus lagi ataupun tidak ada keterangan, uang pembayaran untuk pengajuan SIM akan dikembalikan.
  • Ujian Praktik adalah ujian dimana kamu diharuskan berkendara dan dilihat apakah sudah sesuai rambu-rambu yang ada. Jika lulus pada tahap ini, SIM akan segera dicetak! Namun apabila ternyata tak lulus dan kamu tak mengulang kembali, uang biaya pengajuan SIM akan dikembalikan. Jika ada yang nawarin jasa mempercepat lulus ujian, abaikan saja dengan sopan.
  1. Tanda tangan, sidik jari dan foto

Langkah selanjutnya yang kamu harus lakukan apabila lulus adalah dimintai tanda tangan, sidik jari serta foto. Semua prosedur ini dilakukan secara elektronik.

  1. Penyerahan SIM!

Nah ini adalah bagian yang paling ditunggu-tunggu, bukan? SIM akan diserahkan melalui loket pengambilan SIM. Sekarang kamu sudah ‘bebas’ berkendara! Ingat, ‘bebas’ yang disebutkan di sini ditulis dalam tanda kutip – itu artinya kamu tetap harus mengikuti batasan-batasan tertentu serta rambu-rambu yang ada. Yap! Bebas tapi bertanggung jawab.

Adapun biaya yang dibebamkan ketika kamu membuat SIM, berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 50 Thn 2010 mengenai PNPB pada Polri adalah sebagai berikut:

  • Pengajuan SIM A dikenakan biaya Rp 120.000
  • Pengajuan SIM B1 dikenakan biaya Rp 120.000
  • Pengajuan SIM B2 dikenakan biaya Rp 120.000
  • Pengajuan SIM C dikenakan biaya Rp 100.000
  • Pengajuan SIM D dikenakan biaya Rp 50.000.

Telah disebutkan sebelumnya bahwa biaya asuransi (opsional) akan dikenakan Rp 30.000. Kemudian, terdapat pula biaya Surat Keterangan Uji Klinik Pengemudi atau disingkat SKUKP untuk SIM B1, SIM B2 dan juga SIM  Umum dikenakan biaya Rp 50.000.

Sesuai Undang-undang no. 22 Tahun 2009 Pasal 77 ayat 1, setiap orang yang hendak mengemudikan kendaraan bermotor di jalan harus / wajib punya Surat Izin Mengemudi (SIM) dan disesuaikan pula dengan jenis kendaraan yang akan dikemudikan.

Jadi, sebelum kamu mulai mengendarai kendaraan bermotor untuk kegiatan sehari-hari kamu – segera ajukan SIM terlebih dahulu, ya! Prosedur cara membuat SIM yang telah dipaparkan tak rumit, bukan? Asalkan kamu sudah bisa mengendarai kendaraan bermotor dan paham semua peraturan dan rambu lalu lintas, kemungkinan besar kamu akan lulus kedua tahap ujian pembuatan SIM nanti. Jika pun ternyata belum lolos, silakan tunggu saja dalam jangka waktu tertentu dan kemudian ajukan serta ikuti ujian lagi. Lebih baik memiliki SIM karena telah lulus prosedur yang ada ketimbang memiliki SIM tanpa paham aturan, bukan?

Itu adalah tahap tahap dasar pembuatan SIM dengan jalur resmi. Hindari calo calo karna jika kita menggunakan jasa calo, secara tidak langsung kita akan mendukung praktek korupsi.

Secara garis besar, kita dapat melihat gambar dibawah ini;

Cara Mengurus SIM

credit to original upload

Sangat mudah sebenarnya bukan? Selamat berkendara.

Post Author: Nadya Kirei

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading Facebook Comments ...