Jangan Bicara Enaknya Saja, ini Plus Minus Bisnis Dropship

Dalam dunia perdagangan online – khususnya yang dilakukan oleh pribadi, terdapat 3 (tiga) kategori penjual toko online. Tiga kategori tersebut, di antaranya adalah pihak pemilik produk, reseller dan juga dropshipper. Kalau kamu berstatus pemilik produk, itu artinya kamu punya ‘kuasa penuh’ dan tentu saja hampir dipastikan tahu produk tersebut. Berbeda reseller dan dropshipper, mereka tak punya seleluasa si pemilik produk dong, ya! Terlebih lagi kalau kamu berstatus dropshipper, kamu mungkin bahkan belum pernah lihat produk yang kamu jual.

Perlu diketahui bahwa reseller dan dropshipper hampir mirip tugasnya. Sama-sama menjual produk orang lain. Namun, yang membedakannya adalah reseller biasanya membeli produk terlebih dahulu dari si pemilik produk kemudian menjualkannya. Dengan begini, reseller biasanya sudah ‘memegang’ produk yang dia jual. Sementara itu, seorang dropshipper mungkin saja tak tahu bagaimana wujud sebenarnya produk yang dijual olehnya. Ini jadi satu kelemahan yang cukup riskan.

Plus Minus Dropship

Jangan langsung ciut dulu, dong! Meski demikian, dropship memiliki banyak nilai plus juga, kok. Biasanya seorang reseller produk tertentu tak jarang yang bermula dari dropshipping. Ya, semua metode bisnis memiliki plus-minus. Saat ini mari kita bahas dropshipping terlebih dahulu. Metode bisnis ini cukup cocok dijalankan oleh kita-kita yang masih berstatus pelajar atau mahasiswa yang biasanya masih kurang dana untuk memulai bisnis baru. Lagipula, bukan sekadar kurang dana saja, menjadi dropshipper cenderung lebih aman khususnya bagi para pebisnis pemula.

Satu hal: Bisnis ini cukup asyik sebagai permulaan diri kamu bakal jadi seorang entrepreneur ataupun pedagang di masa mendatang.

Berikut beberapa nilai plus yang layak kamu pertimbangkan agar kamu jadi seorang dropshipper:

pros menjadi dropshipper

  • Tak perlu modal besar, bahkan cenderung 0 terkecuali untuk perangkat elektronik dan pulsa untuk paket data kamu.
  • Metodenya benar-benar praktis kaarena kamu hanya perlu berpromosi saja. Tanggung jawab untuk packing dan pengiriman tentu saja dilakukan oleh pihak penyedia produk.
  • Kamu bisa berjualan dari mana saja dan kapan saja. Bahkan, tak harus dari Internet, kalau ada kesempatan untuk menawarkan kepada teman sekolah atau teman kampus, mengapa tak coba?
  • Tak perlu biaya operasional yang cukup besar. Yap! Ini karena soal operasional sudah ditangani oleh lagi lagi penyedia produk.

Namun, meski demikian, menjadi seorang dropshipper tak selalu mudah. Kamu yang pernah mencoba metode bisnis ini pasti punya pengalaman dimana ketika ditanya lebih detail tentang produk yang kamu jual – bisa jadi kamu kebingungan akan jawab apa. Itu hanya sebagiannya saja. Jangan bicara enaknya saja, mari kita lihat juga beberapa hal pahit yang wajib kamu antisipasi ketika memulai menjadi seorang dropshipper:

cons menjadi dropshipper

  • Keuntungan yang diperoleh oleh seorang dropshipper biasanya cukup kecil. Ini karena tidak ada potongan harga khusus yang diberikan oleh penyedia produk pada dropshipper. Jadi, kamu tak bisa me-mark up harga jauh dari harga supplier.
  • Tidak melihat barang yang kamu jual secara langsung. Apalagi kalau barang yang kamu jual cukup beragam model atau varian. Kamu bisa jadi tidak mungkin membeli barang tersebut terlebih dahulu, bukan? Kan, bukan reseller. Jadi, tak jarang kejadian kamu tidak begitu tahu secara detail barang yang kamu jual sendiri.
  • Info stok produk yang kamu jual juga kurang update. Kadang-kadang bisa saja ternyata stok produk di supplier sudah habis. Proses ini cukup ribet karena ketika pihak pembeli menanyakan produk tertentu, kamu harus mencari tahu terlebih dahulu ke supplier atau website penyedia untuk tahu status stok produk.
  • Tak jarang dikomplain pula oleh customer. Apa daya karena kamu tidak lihat langsung dan terlibat dalam proses packing dan pengiriman. Selain itu, bisa jadi barang yang dijual ternyata tak terlalu sesuai dengan yang ada di foto.
Baca Juga :  Kiat Penting Menjajal Peluang Usaha Makanan Online

Cukup riskan juga ternyata, ya? Eits, jangan menyerah dulu! Beberapa poin kekurangan bisnis dropshipping ini tak selalu menjadi batu sandungan bagi kamu yang ingin sukses menjadi seorang dropshipper. Bahkan, suatu saat kamu dapat mengumpulkan modal untuk jadi reseller atau bahkan punya produk sendiri melalui bisnis dropship yang kamu jalankan sekarang ini.

Kiat Sukses Menjadi Seorang Dropshipper

Ada beberapa kiat sukses untuk menjadi seorang dropshipper dan yakinlah kamu pasti bisa! Simak beberapa tips berikut:

  • Pelajari lebih dalam produk yang kamu jual

Meski kamu tak memegang langsung produk yang kamu jual. Kamu dapat memelajari lebih dalam mengenai produk yang kamu jual terlebih dahulu, misal melalui media Internet. Atau, jika kamu punya sedikit uang, tak ada salahnya untuk mencoba terlebih dahulu produk yang akan kamu jual. Dengan begitu, kamu akan lebih bebas menjelaskan kepada calon customer-mu.

  • Coba satu produk

Poin pertama khususnya bisa kamu terapkan apabila kamu mencoba untuk menjual satu produk saja dulu. Ada beberapa tawaran dropship tertentu yang diberikan oleh supplier produk yang memang hanya memproduksi satu produk saja. Nah, jika begitu, ada baiknya kamu jajal terlebih dahulu produk tersebut kemudian kamu share pengalaman dan jualan.

  • Belajar ilmu marketing

Namanya jual berjualan, itu artinya kamu tak jauh-jauh dari ilmu marketing dan promosi. Jadi, belajar ilmu marketing mutlak kamu lakukan yang memang bergelut di bidang yang ‘hanya’ berjualan produk saja. Perlu diketahui pula bahwa ilmu marketing terus berkembang dari tahun ke tahun, seiring perkembangan Internet yang menjadi-jadi juga tahun demi tahun. Jika dulu pebisnis online mengandalkan BBM untuk berjualan maka sekarang BBM sudah tak laku lagi!

Ilmu marketing semakin berkembang sekarang ini. Untuk itu bagi kamu yang ingin memulai berbisnis online, khususnya berdagang via online, dituntut untuk update soal perkembangan plaform jualan.

Sebagai informasi saja, sekarang, media gratisan tak lagi bisa diandalkan sebagai satu-satunya platform bagi kamu untuk berjualan. Bayangkan saja kamu harus bersaing dengan beragam platform e-commerce dan juga pedagang-pedagang dengan modal yang cukup kuat! Jadi, cobalah untuk jadi unik dan jangan andalkan media-media gratisan.

Jika memungkinkan, kamu dapat beralih ke fitur-fitur berbayar yang ada di situs OLX, Tokopedia dan media sosial Facebook dan Instagram. Dengan begitu, jualan kamu akan ditampilkan lebih luas lagi – bukan hanya untuk para followers kamu sekarang, melainkan menjaring followers baru.

Tak dipungkiri, persaingan bisnis online sekarang semakin ketat – khususnya untuk metode dropshipping. Untuk itu, jika memang kamu sukses menjadi seorang dropshipper, jangan puas sampai di situ! Cobalah untuk mengambil risiko menjadi reseller atau bahkan memulai sebuah produk sendiri. Menjadi unik dengan harga bersaing serta mampu menawarkan dengan baik kepada customer adalah hal wajib ketika kamu mencoba untuk berjualan! Tak hanya secara online, melainkan juga offline.

Yuk, mulai dari sekarang! Cari produk yang sesuai dengan minat dan passion kamu. Sukses!

Post Author: Nadya Kirei

1 thought on “Jangan Bicara Enaknya Saja, ini Plus Minus Bisnis Dropship

    Aurelia

    (May 11, 2016 - 11:08 am)

    Siiip tips nya woke bingiit, mau coba dropshipper dulu deh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading Facebook Comments ...